BUMN Untuk Indonesia
BUMN Untuk Indonesia
...

Dukung Program PEN, Bank Mandiri Salurkan Rp3,5 Miliar Kepada Pelaku UMKM Di Bogor

Date 14 July 2020

Bogor, Jawa Barat, 14 Juli 2020 – Bank Mandiri berkomitmen untuk mengoptimalkan dana penempatan pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi covid-19. Untuk itu, Bank Mandiri menyalurkan sekitar Rp3,5 miliar berupa kredit produktif kepada 10 debitur segmen UMKM di Bogor, Jawa Barat.

Ke-10 debitur tersebut antara lain merupakan pelaku usaha kontraktor, Supplier Jasa Pengendali Hama, petani jambu biji, produsen sandal wanita, pelaku pertanian hidroponik, pemilik penggilingan tapioka, produsen kripik singkong & pisang dan peternak ayam potong.

Mereka mendapatkan pembiayaan berskema kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan besaran bervariasi di kisaran Rp100 juta hingga Rp1,2 miliar

Menurut Regional CEO Bank Mandiri Jakarta III Anton Zulkarnain, pihaknya menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan program PEN ini dengan optimal, namun tetap menjaga kehati-hatian dan track record debitur di perbankan.

“Kami memanfaatkan seluruh jaringan mikro dan UKM kami di lapangan untuk memastikan bahwa debitur tersebut memang layak dan benar-benar memiliki usaha yang potensial. Tujuannya, agar pembiayaan ini tepat sasaran dan benar-benar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, sesuai dengan tujuan program PEN, kata Anton.

Tak hanya itu, tambahnya, pihaknya juga akan melakukan pendampingan dan monitoring kepada debitur penerima kredit PEN agar dapat memastikan terpenuhinya kebutuhan debitur, termasuk jika dibutuhkan tambahan pembiayaan.

Berdasarkan PMK 70/2020, pemerintah menempatkan uang negara di bank-bank Himbara untuk disalurkan sebagai kredit produktif, khususnya kepada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Adapun penempatan dana tersebut di Bank Mandiri adalah sebesar Rp10 triliun, dimana Bank Mandiri telah menyiapkan alokasi pembiayaan sebesar Rp20 triliun untuk segmen UMKM.

Berdasarkan pipeline tersebut, dia menjelaskan, penyaluran kredit khusus segmen UMKM akan diarahkan ke sektor-sektor produktif antara lain pertanian, perkebunan, jasa & perdagangan, industri pengolahan, pariwisata serta sektor lain yang memberikan dampak pada ketahanan pangan.

Untuk mempercepat proses penyaluran dan implementasi protokol kesehatan dalam bisnis di era New Normal, kami juga telah memanfaatkan dukungan TI dalam proses bisnis, seperti aplikasi Mandiri Pintar untuk memangkas proses administrasi dalam  pengajuan kredit mikro produktif agar persetujuan bisa diperoleh dalam 15 menit.

Artikel Terkait